Minggu, 05 Februari 2012

SKENARIO (TRANSKRIP) PEMB. BANGUN DATAR

SKENARIO PEMBELAJARAN

Pokok Bahasan : Kesebangunan Bangun Datar

 

Guru      :         Selamat siang anak-anak. (Guru menyapa siswa dengan ramah)

Siswa     : Selamat siang Bu Guru. (Semua siswa menjawab dengan bersemangat)

Guru      : Wah, rupanya kalian masih bersemangat mengikuti pelajaran walaupun hari sudah siang. Bagus, pertahankan ya anak-anak sampai akhir pelajaran nanti. (Guru tersenyum kepada semua siswa). Sebelum lanjut, apakah ada yang tidak hadir hari ini?

Siswa     : Semua hadir Bu...
Guru      : Bagus... Kalian memang anak-anak yang rajin. (Guru kembali tersenyum kepada semua siswa untuk menimbulkan kehangatan). Baiklah, untuk hari ini kita akan belajar tentang Kesebangunan Bangun Datar. (Guru menulis : “Kesebangunan Bangun Datar” di papan tulis). Tapi sebelum beranjak ke materi, tentunya kalian telah mengenal macam-macam bangun datar. Nah, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Siapa yang bisa membantu Ibu menyebutkan benda-benda di sekitar kalian yang mempunyai bentuk sama?
(Kelas menjadi hening sejenak, kemudian beberapa siswa mengacungkan tangan)
Guru      : Ya coba Purni. (Guru menunjuk ke arah Purni)
Purni      : Ubin Bu... (Purni menunjuk ubin kelas). Bentuknya sama, yaitu persegi.
Guru      : Ya bagus Purni. (Guru tersenyum). Selanjutnya siapa yang mau menyebutkan benda-benda di sekitar kalian yang mempunyai bentuk sama tapi dengan ukuran berbeda? (Beberapa siswa kembali mengacungkan tangan). Ya Agus, coba sebutkan. (Guru menunjuk ke arah Agus).
Agus      : Kertas dengan meja Bu. (Agus menunjuk kertas dan meja). Bentuknya sama yaitu persegi panjang, tapi ukurannya berbeda Bu.
Guru      : Iya, tepat sekali Agus. (Guru tersenyum dan mengangguk-anggukan kepala). Kertas ini berbentuk persegi panjang, begitu pula dengan meja. Hanya saja ukurannya berbeda. Sekarang coba kalian perhatikan bangun datar yang Ibu bawa ini.
(Guru menunjukkan dua buah bangun datar yang mempunyai bentuk sama tapi ukurannya berbeda, dan siswa memperhatikan dengan seksama).
Guru      : Dari dua bangun datar ini, kita dapat melihat pasangan bangun datar yang memiliki bentuk sama tapi ukurannya berbeda. Perbedaan ukuran ini terjadi melalui pembesaran atau pengecilan objek dengan menggunakan skala tertentu. Nah, sekarang siapa yang mau bantu ibu mengukur berapa perbandingan ukuran kedua bangun datar ini?
(Nita yang pertama kali mengacungkan tangan)
Guru      : Ya coba Nita ke depan ukur berapa perbandingannya. (Guru mengambil posisi di sebelah kiri kelas)
Nita       : Baik Bu... (Nita mengukur perbandingan kedua bangun datar tersebut dengan teliti). Sudah Bu, perbandingan yang saya peroleh yaitu 1 banding 2.
Guru      : Tolong tuliskan di papan, Nita...
(Nita menulis “1 : 2” di papan tulis. Setelah Nita selesai menuliskan jawaban, Guru mendekati Nita ke papan tulis).
Guru      : Bagus Nita. (Guru menepuk bahu Nita). Terima kasih, silakan duduk kembali. Anak-anak, 1 banding 2 ini apakah bisa di tulis dengan 1 per 2? (Guru menulis “”di papan tulis)
Siswa     : Bisa Bu... (Siswa menjawab dengan serentak)
Guru      : Iya, tepat sekali. Nah, 1 per 2 atau setengah ini disebut dengan faktor skala dalam kesebangunan. (Guru menulis “faktor skala: k” di papan tulis). Dan simbol sebangun itu seperti ini ya anak-anak... (Guru menuliskan simbol “” di papan tulis). Nah, dalam pembelajaran ini, Ibu harap kalian dapat menentukan apa syarat-syarat bangun datar yang sebangun sehingga kalian dapat menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua bangun datar yang sebangun. Untuk itu sekarang kalian bentuk kelompok yang beranggotakan 3 orang untuk mendiskusikan LKS yang akan Ibu bagikan.
(Siswa membentuk kelompok dan suasana tampak gaduh. Setelah kelompok terbentuk, Guru membagikan LKS pada semua kelompok).
Guru      : Anak-anak, harap tenang. (Guru bertepuk tangan untuk menenangkan siswa yang masih sedikit ribut. Setelah siswa tenang, guru kembali melanjutkan.) Dalam mengerjakan LKS ini silakan kalian ikuti petunjuk yang ada pada LKS, Ibu berikan waktu 10 menit untuk diskusi. Apabila ada hal-hal yang belum jelas silakan tanyakan pada Ibu. Dan ibu harap kalian terlibat aktif dalam diskusi kelompok, karena Ibu akan menilai keaktifan kalian. Bagaimana anak-anak, sudah jelas semua?
Siswa     : Sudah Bu...
Guru      : Baiklah kalau begitu, selamat bekerja anak-anak.
(Guru berkeliling pada kelompok-kelompok untuk memantau dan membimbing siswa dalam mendiskusikan permasalahan pada LKS, serta memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memanipulasi alat peraga yang disediakan)
(Setelah 10 menit berlalu)
Guru      : Anak-anak, apakah semua sudah selesai berdiskusi?
Siswa     : Sudah Bu...
Guru      : Bagus. Sekarang Ibu minta perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Baiklah, kelompok siapa yang ingin mempresentasikan nomor 1? (Guru mengarahkan pandangan pada semua siswa. Dan kelompok dari Wiwik yang mengacungkan tangan). Ya Wiwik, silakan presentasikan hasilnya di depan, bisa di bawa alat peraganya. Yang lain tolong perhatikan ya...
Wiwik    : Baik Bu... (Ketika Wiwik maju, guru berpindah posisi ke belakang. Dan  siswa lain memperhatikan penyajian dari Wiwik  dengan seksama.)
Guru      : (Ketika Wiwik selesai menyajikan, guru berpindah ke depan). Nah itu penjelasan dari Wiwik, bagus sekali Wiwik. (Sambil menepuk bahu Wiwik). Bagaimana yang lain, apa ada yang memiliki jawaban berbeda atau ada yang mau menanggapi? (Guru mengarahkan pandangan ke semua siswa). Bagaimana Yanti, apakah memiliki jawaban berbeda? (Guru mengarahkan pandangan ke arah kelompok Yanti)
Yanti     : Tidak Bu, jawaban kami sama dengan Wiwik. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika sudut-sudut yang bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sama besar dan panjang sisi-sisi yang bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sebanding.
Guru      : Bagus, terima kasih Yanti. Yang lain bagaimana?
Siswa     : Sama Bu...
Guru      : Baiklah jika semua memiliki jawaban sama, jawabannya sudah benar, silakan duduk Wiwik (Guru tersenyum pada Wiwik). Berikan tepuk tangan buat Wiwik dan kelompoknya. (Guru dan siswa memberi tepuk tangan pada Wiwik dan kelompoknya). Selanjutnya untuk yang terakhir, siapa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya? (Guru mengarahkan pandangan pada semua siswa. Namun semua siswa diam) Baik jika tidak ada yang mau, Ibu tunjuk ya? (Guru mengamati kelompok mana yang sudah siap). Ya coba Ayu. Ibu yakin Ayu pasti bisa. (Guru tersenyum dan menghampiri Ayu untuk memberikan spidol, kemudian guru menuju posisi di belakang).
Ayu       : (Mengerjakan hasil diskusi. Dan beberapa saat kemudian, Ayu telah selesai mengerjakan di papan). Sudah Bu..
Guru      : Baik, sekarang coba jelaskan kepada teman-temannya bagaimana prosesnya sehingga diperoleh jawaban seperti itu. Anak-anak yang lain, tolong fokuskan pandangannya ke depan!
Ayu       : (Menjelaskan jawaban yang dibuat)
Guru      : Bagus sekali Ayu. Apakah ada yang ingin berkomentar atau mempunyai jawaban berbeda? (Guru berpindah posisi ke depan)
Surya     : Bu, jika ingin menentukan panjang sisi yang belum diketahui, apakah kita harus selalu menentukan faktor skalanya terlebih dahulu?
Guru      : Pertanyaan yang bagus Surya. (Guru tersenyum pada Surya). Baiklah, apakah ada yang ingin menjawab pertanyaan dari Surya? (Asriani mengacungkan tangannya) Ya Asriani, silakan di jawab.
Asriani   : Iya Bu, kita harus menentukan faktor skalanya dulu untuk mengetahui berapa perbandingan dari sisi-sisi yang bersesuaian dari bangun datar yang sebangun itu.
Guru      : Bagus Asriani. Ada yang mempunyai jawaban berbeda?
Siswa     : Tidak Bu...
Guru      : Bagaimana Surya, sudah bisa dimengerti?
Surya     : Sudah Bu..
Guru      : Ya bagus. Berarti semua memiliki jawaban sama untuk soal terakhir ini. Silakan duduk kembali Ayu, terima kasih. Beri tepuk tangan untuk Ayu dan kelompoknya. (Guru dan siswa memberi tepuk tangan pada Ayu dan kelompoknya). Nah semua soal sudah terselesaikan, sekarang siapa yang bisa membantu ibu menyimpulkan mengenai pelajaran kita hari ini? (Wildan mengacungkan tangan). Ya silakan Wildan. (Guru menunjuk ke arah Wildan).
Wildan   : Syarat dua bangun datar dikatakan sebangun yaitu, yang pertama sudut-sudut yang bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sama besar dan yang kedua panjang sisi-sisi yang bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sebanding.  Kemudian untuk menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua bangun datar yang sebangun, maka kita menentukan faktor skalanya terlebih dahulu.
Guru      : Bagus sekali Wildan. (Guru tersenyum ke arah Wildan sambil mengangguk-anggukan kepala) Yang disampaikan Wildan sudah tepat, dan sekali lagi Ibu tekankan, (guru mengulang simpulan yang disampaikan Wildan dengan tegas sambil menggaris bawahi bagian-bagian penting yang di tulis di papan tulis). Bagaimana, ada yang belum jelas atau ingin bertanya tentang materi kesebangunan ini? Jika ada, silakan disampaikan. (Guru mengarahkan pandangan kepada semua siswa, namun siswa hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepala). Baiklah jika tidak ada, karena diskusi kalian sudah bagus dan tujuan pembelajaran kita kali ini sudah tercapai, maka untuk lebih memantapkan pemahaman kalian, sekarang lihat latihan halaman 25 yang ada di buku, kalian kerjakan sebagai PR ya.
Siswa     : Iya Bu... (Siswa menandai tugas yang diberikan guru).
Guru      : Baik anak-anak, sampai disini pelajaran kita hari ini. Minggu depan kita akan belajar tentang Kekongruenan Bangun Datar, silakan pelajari di rumah terlebih dahulu. Selamat siang anah-anak..
Siswa     : Siang Bu Guru...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar