SKENARIO
PEMBELAJARAN
Pokok Bahasan : Kesebangunan Bangun Datar
Guru : Selamat siang anak-anak. (Guru menyapa siswa dengan ramah)
Siswa : Selamat siang Bu Guru. (Semua siswa menjawab dengan bersemangat)
Guru : Wah, rupanya kalian masih bersemangat mengikuti pelajaran walaupun hari sudah siang. Bagus, pertahankan ya anak-anak sampai akhir pelajaran nanti. (Guru tersenyum kepada semua siswa). Sebelum lanjut, apakah ada yang tidak hadir hari ini?
Siswa : Semua
hadir Bu...
Guru : Bagus...
Kalian memang anak-anak yang rajin. (Guru
kembali tersenyum kepada semua siswa untuk menimbulkan kehangatan).
Baiklah, untuk hari ini kita akan belajar tentang Kesebangunan Bangun Datar. (Guru
menulis : “Kesebangunan Bangun Datar” di papan tulis). Tapi sebelum
beranjak ke materi, tentunya kalian telah mengenal macam-macam bangun datar.
Nah, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Siapa yang bisa membantu
Ibu menyebutkan benda-benda di sekitar kalian yang mempunyai bentuk sama?
(Kelas menjadi hening sejenak, kemudian beberapa
siswa mengacungkan tangan)
Guru : Ya
coba Purni. (Guru menunjuk ke arah Purni)
Purni : Ubin
Bu... (Purni menunjuk ubin kelas). Bentuknya
sama, yaitu persegi.
Guru : Ya
bagus Purni. (Guru tersenyum). Selanjutnya
siapa yang mau menyebutkan benda-benda di sekitar kalian yang mempunyai bentuk
sama tapi dengan ukuran berbeda? (Beberapa
siswa kembali mengacungkan tangan). Ya Agus, coba sebutkan. (Guru menunjuk ke arah Agus).
Agus : Kertas
dengan meja Bu. (Agus menunjuk kertas dan
meja). Bentuknya sama yaitu persegi panjang, tapi ukurannya berbeda Bu.
Guru : Iya,
tepat sekali Agus. (Guru tersenyum dan
mengangguk-anggukan kepala). Kertas ini berbentuk persegi panjang, begitu
pula dengan meja. Hanya saja ukurannya berbeda. Sekarang coba kalian perhatikan
bangun datar yang Ibu bawa ini.
(Guru menunjukkan dua buah bangun datar yang mempunyai
bentuk sama tapi ukurannya berbeda, dan siswa memperhatikan dengan seksama).
Guru : Dari
dua bangun datar ini, kita dapat melihat pasangan bangun datar yang memiliki
bentuk sama tapi ukurannya berbeda. Perbedaan ukuran ini terjadi melalui
pembesaran atau pengecilan objek dengan menggunakan skala tertentu. Nah,
sekarang siapa yang mau bantu ibu mengukur berapa perbandingan ukuran kedua
bangun datar ini?
(Nita yang pertama kali mengacungkan tangan)
Guru : Ya
coba Nita ke depan ukur berapa perbandingannya. (Guru mengambil posisi di sebelah kiri kelas)
Nita : Baik
Bu... (Nita mengukur perbandingan kedua
bangun datar tersebut dengan teliti). Sudah Bu, perbandingan yang saya
peroleh yaitu 1 banding 2.
Guru : Tolong
tuliskan di papan, Nita...
(Nita menulis “1 : 2” di papan tulis. Setelah Nita
selesai menuliskan jawaban, Guru mendekati Nita ke papan tulis).
Guru : Bagus
Nita. (Guru menepuk bahu Nita). Terima
kasih, silakan duduk kembali. Anak-anak, 1 banding 2 ini apakah bisa di tulis
dengan 1 per 2? (Guru menulis “”di papan tulis)
Siswa : Bisa
Bu... (Siswa menjawab dengan serentak)
Guru : Iya,
tepat sekali. Nah, 1 per 2 atau setengah ini disebut dengan faktor skala dalam
kesebangunan. (Guru menulis “faktor
skala: k” di papan tulis). Dan simbol sebangun itu seperti ini ya
anak-anak... (Guru menuliskan simbol “” di papan tulis). Nah, dalam pembelajaran ini, Ibu harap
kalian dapat menentukan apa syarat-syarat bangun datar yang sebangun sehingga
kalian dapat menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua bangun datar
yang sebangun. Untuk itu sekarang kalian bentuk kelompok yang beranggotakan 3
orang untuk mendiskusikan LKS yang akan Ibu bagikan.
(Siswa membentuk kelompok dan suasana tampak gaduh.
Setelah kelompok terbentuk, Guru membagikan LKS pada semua kelompok).
Guru : Anak-anak,
harap tenang. (Guru bertepuk tangan untuk
menenangkan siswa yang masih sedikit ribut. Setelah
siswa tenang, guru kembali melanjutkan.) Dalam mengerjakan LKS ini silakan kalian ikuti petunjuk yang ada pada LKS,
Ibu berikan waktu 10 menit untuk diskusi. Apabila ada hal-hal yang belum jelas
silakan tanyakan pada Ibu. Dan ibu harap kalian terlibat aktif dalam diskusi
kelompok, karena Ibu akan menilai keaktifan kalian. Bagaimana anak-anak, sudah
jelas semua?
Siswa : Sudah
Bu...
Guru : Baiklah
kalau begitu, selamat bekerja anak-anak.
(Guru berkeliling pada kelompok-kelompok untuk
memantau dan membimbing siswa dalam mendiskusikan permasalahan pada LKS, serta
memberikan keleluasaan kepada siswa untuk memanipulasi alat peraga yang
disediakan)
(Setelah 10 menit berlalu)
Guru : Anak-anak,
apakah semua sudah selesai berdiskusi?
Siswa : Sudah
Bu...
Guru : Bagus.
Sekarang Ibu minta perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan
hasil diskusinya. Baiklah, kelompok siapa yang ingin mempresentasikan nomor 1? (Guru mengarahkan pandangan pada semua
siswa. Dan kelompok dari Wiwik yang mengacungkan tangan). Ya Wiwik, silakan
presentasikan hasilnya di depan, bisa di bawa alat peraganya. Yang lain tolong
perhatikan ya...
Wiwik : Baik
Bu... (Ketika Wiwik maju, guru berpindah posisi ke belakang. Dan siswa lain memperhatikan penyajian dari Wiwik dengan seksama.)
Guru : (Ketika Wiwik selesai menyajikan, guru
berpindah ke depan). Nah itu penjelasan dari Wiwik, bagus sekali Wiwik. (Sambil menepuk bahu Wiwik). Bagaimana yang
lain, apa ada yang memiliki jawaban berbeda atau ada yang mau menanggapi? (Guru mengarahkan pandangan
ke semua siswa). Bagaimana
Yanti, apakah memiliki jawaban berbeda? (Guru
mengarahkan pandangan ke arah kelompok Yanti)
Yanti : Tidak
Bu, jawaban kami sama dengan Wiwik. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika
sudut-sudut yang bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sama besar dan
panjang sisi-sisi yang bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sebanding.
Guru : Bagus,
terima kasih Yanti. Yang lain bagaimana?
Siswa : Sama
Bu...
Guru : Baiklah jika semua
memiliki jawaban sama, jawabannya sudah benar, silakan duduk Wiwik (Guru tersenyum pada Wiwik). Berikan tepuk tangan buat Wiwik dan
kelompoknya. (Guru dan siswa memberi tepuk
tangan pada Wiwik dan kelompoknya). Selanjutnya untuk yang terakhir, siapa
yang mau mempresentasikan hasil diskusinya? (Guru mengarahkan pandangan pada semua siswa. Namun semua
siswa diam) Baik jika tidak ada yang mau, Ibu tunjuk ya? (Guru mengamati kelompok mana
yang sudah siap). Ya coba Ayu. Ibu yakin Ayu pasti bisa. (Guru
tersenyum dan menghampiri Ayu untuk memberikan spidol, kemudian guru menuju
posisi di belakang).
Ayu : (Mengerjakan hasil diskusi.
Dan beberapa saat kemudian, Ayu telah selesai mengerjakan di papan). Sudah
Bu..
Guru : Baik,
sekarang coba jelaskan kepada teman-temannya bagaimana prosesnya sehingga
diperoleh jawaban seperti itu. Anak-anak yang lain, tolong fokuskan
pandangannya ke depan!
Ayu : (Menjelaskan jawaban yang
dibuat)
Guru : Bagus
sekali Ayu. Apakah ada yang ingin berkomentar atau mempunyai jawaban berbeda? (Guru berpindah posisi ke depan)
Surya : Bu,
jika ingin menentukan panjang sisi yang belum diketahui, apakah kita harus
selalu menentukan faktor skalanya terlebih dahulu?
Guru : Pertanyaan
yang bagus Surya. (Guru tersenyum pada
Surya). Baiklah, apakah ada yang ingin menjawab pertanyaan dari Surya? (Asriani mengacungkan tangannya) Ya
Asriani, silakan di jawab.
Asriani : Iya
Bu, kita harus menentukan faktor skalanya dulu untuk mengetahui berapa
perbandingan dari sisi-sisi yang bersesuaian dari bangun datar yang sebangun
itu.
Guru : Bagus Asriani. Ada yang mempunyai
jawaban berbeda?
Siswa : Tidak Bu...
Guru : Bagaimana Surya, sudah bisa dimengerti?
Surya : Sudah
Bu..
Guru : Ya
bagus. Berarti semua memiliki jawaban sama untuk soal terakhir ini. Silakan
duduk kembali Ayu, terima kasih. Beri tepuk tangan untuk Ayu dan kelompoknya. (Guru dan siswa memberi tepuk tangan pada Ayu
dan kelompoknya). Nah semua soal sudah terselesaikan, sekarang siapa yang
bisa membantu ibu menyimpulkan mengenai pelajaran kita hari ini? (Wildan mengacungkan tangan). Ya silakan Wildan. (Guru menunjuk ke arah Wildan).
Wildan : Syarat
dua bangun datar dikatakan sebangun yaitu, yang pertama sudut-sudut yang
bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sama besar dan yang kedua panjang
sisi-sisi yang bersesuaian dari dua bangun datar tersebut sebanding. Kemudian untuk menghitung panjang sisi yang
belum diketahui dari dua bangun datar yang sebangun, maka kita menentukan
faktor skalanya terlebih dahulu.
Guru : Bagus
sekali Wildan. (Guru tersenyum ke arah
Wildan sambil mengangguk-anggukan kepala) Yang disampaikan Wildan sudah
tepat, dan sekali lagi Ibu tekankan, (guru
mengulang simpulan yang disampaikan Wildan dengan tegas sambil menggaris bawahi
bagian-bagian penting yang di tulis di papan tulis). Bagaimana, ada yang
belum jelas atau ingin bertanya tentang materi kesebangunan ini? Jika ada,
silakan disampaikan. (Guru mengarahkan pandangan
kepada semua siswa, namun siswa hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepala).
Baiklah jika tidak ada, karena diskusi kalian sudah bagus dan tujuan
pembelajaran kita kali ini sudah tercapai, maka untuk lebih memantapkan
pemahaman kalian, sekarang lihat latihan halaman 25 yang ada di buku, kalian
kerjakan sebagai PR ya.
Siswa : Iya
Bu... (Siswa menandai tugas yang
diberikan guru).
Guru : Baik
anak-anak, sampai disini pelajaran kita hari ini. Minggu depan kita akan
belajar tentang Kekongruenan Bangun Datar, silakan pelajari di rumah terlebih
dahulu. Selamat siang anah-anak..
Siswa : Siang
Bu Guru...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar